Kau kekasih hingga ke akhirnya...

Saturday, November 7, 2015

a moment of silent and unhappiness


aku rasa aku ni sejenis manusia yang
bilamana orang buat hal dgn aku
sekejap je aku boleh marah or benci dia
lepas tu aku okey macam biasa

tapi parut dia, MasyaAllah
sampai mati kekal dalam hati and minda aku
sampai mati
sebab aku adalah sejenis manusia 
yang pendendam dalam diam
dendam yg bukan utk dibalas
tapi dendam yang aku simpan lumat2 dalam hati
kemudian aku sendiri menangis
sbb aku sedar betapa lemahnya diri aku
tak mampu membenci orang
tak mampu melawan lagi

mungkin hati aku dah jadi tisu
sejak aku menjadi ibu
dan isteri kepada seorang suami
yg tahap penyabarnya 1000 kali ganda dari aku

mungkin juga kerna aku kini telah berubah menjadi
seorang wanita

________________________________________________________________________________

izinkan aku meluahkan apa yg aku rasa
di pagi yg hening sebelum subuh menjelang

bismillahirrahmanirrahim

tepat tanggal 22 Januari 2014, tarikh yg tak mungkin terpadam dari ingatan aku
arwah ayah dan adik aku pergi meninggalkan kami satu keluarga
without even saying goodbye, or any last words 
dalam sekelip mata, mereka pergi buat selama2nya

tinggallah kami sekeluarga, 6 beranak
aku
mak
angah
hanis
aidil 
irah

dan keluarga kecilku
aku 
suami

kini hampir dua tahun peristiwa pahit itu berlalu
keluarga kecilku juga telah berkembang menjadi
aku
suami
harraz
sufi

ayah pergi, meninggalkan beberapa waris
opah
atok
mak
aku
angah
hanis
aidil
irah

and we received some money
pampasan
insurans
etc

a lot actually
but all has been divided accordingly
mengikut hukum faraid
alhamdulillah

syukur kehidupan mak and adik2 menjadi senang
tiada lagi istilah kesempitan wang as they received monthly allowance

but as time goes by
"rumah" kami yg bernombor 226, yg pernah kami sama sama duduki
bersama arwah ayah dan adik
tempat kami main sama ama suatu ketika dulu
had totally changed 100%

rumah kami semakin besar
luas
selesa
penuh dgn keseronokan dunia

tapi
.
.
.
.
.
.
kosong
sumpah terasa kosong
bukan lagi seperti dulu
dan mungkin tak akan lagi jadi seperti dulu
sbb semua orang dalam rumah ni
dah berubah

mungkin masing2 terkesan dgn pemergian ayah dan adik
dengan cara masing masing

mak tidak lagi memasak hari2 seperti dulu
masak lauk2 kegemaran ayah
tunggu ayah balik dari kerja
tiada lagi masakan emak yg istimewa
aku masih ingat mak selalu masak lauk kegemaran ayah
pecal
gulai pucuk paku
gulai itu ini
dan kami makan dgn bahagia sekali
air tangan seorang ibu

tapi skrg,
dapur dah bertambah besar
ada kabinet baru
lawa
tapi
sangat jarang masakan mak ada

aku jadi segan nak mintak mak masak mcm dulu
padahal aku teringin sangat nak rasa masakan2 mak yg pernah mak hidangkan utk ayah dan kami suatu masa dahulu

tapi aku faham
mak adalah insan yg paling rapat dgn arwah ayah
yg kongsi segala2nya dalam hidup
aku faham sbb aku juga dah bersuami
dan sakit kehilangan ayah tu tak mungkin dlm masa dua tahun mak boleh lupakan
malah tidak akan mak dapat lupakan seumur hidupnya

adik adik aku
makin hari makin besar
dua orang bawah aku dah remaja pun
masing2 tenggelam dalam dunia sendiri
gadjet
laptop
phone
kita duduk satu rumah tapi sangat jarang berkumpul duduik sama sama
sembang sama sama
mungkin sbb kami macam dah terpisah dua family
satu family besar
satu family kecil aku

dan aku more to my little family
sbb aku ada dua anak kecil
dan suami yg perlukan perhatian
dan aku sendiri
syurga di bawah tapak kaki dia

pendek kata,
segala2nya telah berubah
tak lagi macam dulu
mungkin aku juga telah berubah
mungkin aku juga ada salah dan silap aku

tapi sumpah aku teringin
agar family kami kembali mesra seperti dulu
tanpa perlu ada jarak antara kami
kerna aku juga salah seorang waris arwah ayah
walau aku bukan salah seorang penerima wang pencen arwah ayah
walau aku dah ada family sendiri
tapi aku, adalah anak sulung arwah
ANAK KANDUNG arwah
waris sah arwah
bukan hanya kalian anak beranak

minta jangan ada jarak antara kita
once a family, always a family
walaupun segala2nya telah berubah..

kesenangan dan kemewahan hidup
mampu meruntuhkan nilai kekeluargaan

walau aku sudah punya anak sendiri
tapi demi Allah, aku sayang adik adik aku sama macam dulu
tak ada sikit pun yang berubah
aidil dan irah tu
dari kecik aku jaga 
dari kecik aku sayang sungguh2
dan sekrang mereka sayang anak anak aku
mereka pulak tolong jaga anak anak aku

tapi ada yang salah anggap
ada yang tak puas hati dgn aku rupanya
sampai mati weh
sampai mati
aku takkan lupa orang tengking aku
"ANAK KORANG JAGALAH SENDIRI!!!"
sampai mati

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

sekian.
I will stop ranting here.
kisah ini tutup kat sini.
aku dah luah
aku dah lega
walaupun arwah ayah tak dapat baca
macam dulu dulu
tapi dalam doa aku
aku bersungguh mintak arwah ayah tolong tengok tengokkan kami
tolong jangan biar ada jarak antara kami
tolong hilangkan rasa terkilan dalam hati aku ni
sbb aku terkilan dgn family sendiri
bukan orang lain, bukan family mertua
tapi darah daging aku sendiri
ya, aku terkilan, marah, terasa hati, sakit
sbb darah daging aku sendiri, bukan orang luar

ok titik, noktah.


"Ohana means family. Family means no one get left behind or forgotten."

_________________________________________________________________________________

Saturday
7 November 2015
5:04 AM

No comments:

Post a Comment